Sekda Maluku Utara Minta IDI Beri Masukan Konstruktif, Soroti 3 Masalah Layanan Kesehatan

Penulis: Dedi Supriadi  •  Minggu, 20 September 2026 | 18:16:01 WIB

TERNATE — Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir menegaskan posisi IDI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membenahi pelayanan kesehatan. Ia berbicara di hadapan pengurus baru IDI Maluku Utara yang dilantik untuk masa bakti 2026–2029.

Menurut Samsuddin, sinergi antara organisasi profesi dokter dan pemerintah daerah menentukan seberapa cepat persoalan layanan kesehatan bisa ditangani. Ia berharap kepengurusan IDI di tingkat provinsi membangun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, sementara pengurus kabupaten dan kota berkoordinasi dengan perangkat daerah masing-masing.

"IDI merupakan mitra dari pemerintah daerah untuk bagaimana kita mewujudkan pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku Utara," ujar Samsuddin.

Tiga Persoalan yang Diminta Jadi Perhatian Bersama

Samsuddin mengakui masih ada sejumlah keluhan masyarakat soal pelayanan maupun pembangunan fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas di sejumlah wilayah. Dari keluhan itu, ia merangkum tiga hal yang perlu ditangani bersama.

  • Sumber daya manusia — pemerintah butuh tenaga yang mampu mengoperasikan peralatan kesehatan, bukan hanya bantuan alat.
  • Kesejahteraan tenaga kesehatan — pendapatan dan kesejahteraan perlu diperhatikan agar pelayanan ke masyarakat optimal.
  • Sarana dan prasarana — fasilitas kesehatan di sejumlah daerah terus mendapat intervensi, termasuk pembangunan rumah sakit.

Pada aspek sumber daya manusia, Samsuddin menilai bantuan peralatan kesehatan tidak cukup tanpa tenaga terampil yang menjalankannya. Kebutuhan dokter spesialis di sejumlah kabupaten juga masih menjadi perhatian karena beberapa jenis tenaga spesialis belum mencukupi.

"Pada saat ini kita sudah banyak program-program pemberian bantuan peralatan, tetapi juga harus ada tenaga yang bisa mengoperasikan peralatan itu," jelasnya.

Soal kesejahteraan, ia menekankan pentingnya peningkatan pendapatan tenaga kesehatan sebagai syarat pelayanan yang baik. "Supaya mereka juga punya tingkat kesejahteraan, agar bisa memberikan pelayanan bagus di masyarakat," ujarnya.

Rumah Sakit Sofifi Didorong Kurangi Rujukan ke Ternate

Dari sisi sarana dan prasarana, Samsuddin menyebut pemerintah terus melakukan intervensi untuk memperkuat fasilitas kesehatan di sejumlah daerah. Ia mencontohkan pembangunan rumah sakit yang mendapat intervensi pemerintah pusat di Halmahera Timur, Pulau Taliabu, dan Kepulauan Sula.

Perhatian khusus diberikan pada pengembangan Rumah Sakit Sofifi. Peningkatan kapasitas rumah sakit itu dinilai penting agar warga di wilayah tertentu tidak selalu harus dirujuk ke Kota Ternate.

"Rumah Sakit Sofifi ini sebenarnya bagian dari yang kita upayakan untuk ditingkatkan terus. Sehingga kita berharap tidak semua nantinya harus dirujuk ke Ternate," ungkapnya.

Samsuddin mengakui kondisi Rumah Sakit Sofifi saat ini masih membutuhkan peningkatan, baik dari sisi fasilitas maupun kemampuan pelayanan. Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan terus mengupayakan penguatan rumah sakit tersebut sebagai salah satu pusat pelayanan kesehatan di wilayah Sofifi dan sekitarnya.

Masukan IDI Jadi Bahan Rumusan Perbaikan

Pemerintah provinsi berharap penguatan sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan, dan dukungan sarana prasarana yang memadai membuat pelayanan kesehatan lebih merata. Warga pun tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan medis yang dibutuhkan.

"Kami berharap mereka memberikan masukan yang konstruktif untuk peningkatan pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku Utara. Mudah-mudahan peningkatan pelayanan kesehatan itu dari waktu ke waktu semakin membaik untuk diberikan kepada masyarakat," katanya.

Samsuddin menutup dengan menegaskan bahwa masukan dari IDI menjadi bagian penting dalam merumuskan langkah perbaikan pelayanan kesehatan di Maluku Utara ke depan.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: jurnalone.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top