Klopp Bawa Isu Kebanggaan Nasional ke Timnas Jerman Usai AfD Menang di Sachsen-Anhalt

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 17 September 2026 | 18:06:01 WIB

MALUKU UTARA — Jürgen Klopp memakai konferensi pers pertamanya sebagai pelatih Timnas Jerman untuk menyinggung kemenangan partai sayap kanan AfD di Sachsen-Anhalt. Ia menyatakan tim nasional bisa memastikan kebanggaan nasional tidak jatuh ke tangan orang-orang yang salah.

Pelatih berusia 59 tahun itu berbicara di Frankfurt saat mengumumkan skuad pertamanya bersama Jerman. Ia merujuk langsung pada kemenangan Alternative for Germany (AfD) di pemilu negara bagian Sachsen-Anhalt, Jerman timur, yang diraih partai anti-imigrasi tersebut.

AfD mengantongi hampir 44 persen suara di Sachsen-Anhalt dan memperkirakan hasil kuat pada pemilu di Berlin serta Mecklenburg-Western Pomerania. Klopp menyampaikan pandangannya tanpa menyebut nama AfD secara eksplisit.

Klopp Serukan "Patriotisme Positif" dan Klaim Kembali Bendera Jerman

Dalam pernyataannya, Klopp mendorong gagasan "patriotisme positif" sebagai cara memandang identitas kebangsaan. Ia mengaku tidak ingin menyerahkan kebanggaan nasional kepada pihak yang salah.

"Saya tidak ingin menyerahkan kebanggaan nasional kepada orang-orang yang salah. Banyak sekali hal terjadi belum lama ini. Ada pemungutan suara yang mungkin dianggap sebagian orang oke, tapi yang lain berpikir: 'Astaga, apa yang terjadi di sini?'" ujar Klopp.

Dari sudut pandang seorang olahragawan, Klopp ingin merebut kembali bendera Jerman untuk dirinya dan masyarakat luas. Ia berharap ketika bendera itu dikibarkan, orang tidak bertanya-tanya dengan curiga, melainkan melihatnya sebagai ungkapan rasa bahagia dan syukur karena lahir atau tinggal di negara tersebut.

"Dari perspektif seseorang yang berkecimpung di olahraga, saya ingin merebut kembali bendera itu untuk diri saya dan untuk kita. Ketika kami mengibarkannya, saya tidak ingin orang berpikir: 'Ada apa denganmu?' Saya ingin mereka berpikir kamu bahagia dan kamu paham betapa beruntungnya lahir di negara yang luar biasa ini atau pindah ke sini dan tinggal di sini," katanya.

Ia mengaku tidak yakin apakah istilah kebanggaan nasional masih bisa dipakai tanpa disalahpahami. Menurut Klopp, dirinya bisa bangga menjadi orang Jerman sekaligus tetap terbuka, beragam, baik, dan ramah.

Skuad 44 Pemain untuk Empat Laga Nations League

Klopp mengambil langkah tak biasa dengan memanggil 44 pemain untuk empat pertandingan Nations League mendatang, meski daftar hari pertandingan dibatasi 23 pemain. Ia beralasan ingin mengenal sebanyak mungkin pemain dalam waktu singkat.

Jerman akan bermain tandang melawan Belanda, lalu menjamu Yunani dan bertandang ke Yunani, dengan laga menjamu Serbia di antara keduanya. Florian Wirtz dan Kai Havertz kemungkinan dibatasi maksimal dua pertandingan agar beban mereka berkurang.

  • Karim Adeyemi kembali setelah 11 bulan absen menyusul awal positif bersama Barcelona.
  • Marc-André ter Stegen dari Ajax menjadi kiper pilihan utama setelah Manuel Neuer pensiun dari tim nasional.
  • Sejumlah pemain belum pernah membela Jerman, termasuk Felix Keidel (Elversberg), Younes Ebnoutalib (Eintracht Frankfurt), Mika Baur (Celtic), Vitaly Janelt (Brentford), dan Said El Mala (Cologne).
  • Deniz Undav dan Leroy Sané tidak dipanggil.

Klopp Ingin Sepak Bola Merawat Rasa Kebersamaan

Klopp menilai negara ini lebih penting memiliki cukup dokter dan tenaga perawat. Namun ia yakin sepak bola bisa menumbuhkan rasa kebersamaan dan membuat orang merasakan kekuatan olahraga.

Klopp resmi menangani Jerman pada Juli lalu. Ia menggantikan posisi setelah empat kali juara Piala Dunia itu tersingkir lebih awal untuk ketiga kalinya beruntun di turnamen besar. Selama menangani Liverpool, Borussia Dortmund, dan Mainz, ia kerap bersuara soal isu sosial.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top