MALUKU UTARA — Apple akhirnya menambahkan fitur Readiness ke watchOS, tetapi hanya untuk Apple Watch Series 12 dan Apple Watch Ultra 4. Pengumuman ini menutup celah yang lama dikeluhkan pengguna setia Apple Watch, karena kompetitor seperti Fitbit, Garmin, dan Whoop sudah menawarkan fitur serupa sejak beberapa tahun lalu.
Kabar ini sekaligus menegaskan bahwa Apple Watch Series 11 dan model sebelumnya tidak akan menerima fitur tersebut. Pemilik Apple Watch generasi lama mesti mempertimbangkan upgrade jika ingin merasakan skor kesiapan tubuh harian.
Readiness adalah skor tunggal yang merangkum kondisi tubuh pengguna setiap pagi. Angka ini dihitung dari berbagai data yang sudah dikumpulkan jam tangan, mulai dari detak jantung, kualitas tidur, aktivitas olahraga, hingga waktu istirahat.
Cara kerjanya mirip Daily Readiness Score milik Google dan Fitbit. Jika tidur semalam buruk, stres tinggi, atau aktivitas fisik minim, skor yang muncul akan rendah — tanda tubuh butuh pemulihan. Sebaliknya, skor tinggi muncul saat pengguna cukup istirahat dan tetap aktif, mendorong mereka mempertahankan intensitas latihan.
Fitur ini juga terhubung ke aplikasi Vitals yang diperkenalkan sejak watchOS 11. Lewat Vitals, pengguna bisa melihat pola dan tren data kesehatan, serta memahami bagaimana tubuh bereaksi terhadap olahraga dan rutinitas harian.
Apple menekankan bahwa Series 12 dan Ultra 4 memiliki sensor detak jantung paling akurat di kelas wearable. Peningkatan ini berasal dari perombakan teknologi sensor yang mendasarinya.
Sensor baru melakukan pembacaan detak jantung 60 kali lebih sering dibanding model tahun lalu. Pembacaan heart rate variability (HRV) di malam hari juga meningkat 24 kali lipat. HRV sendiri adalah indikator seberapa siap tubuh menghadapi beban fisik, yang diukur dari variasi jeda antar detak jantung.
Dengan volume data yang jauh lebih besar, algoritma Apple dan chip S11 bisa menghitung skor Readiness dengan tingkat presisi lebih tinggi. Kombinasi perangkat keras baru dan pemrosesan on-device ini jadi pembeda utama dibanding generasi sebelumnya.
Permintaan fitur serupa Readiness sudah muncul bertahun-tahun dari komunitas pengguna Apple Watch. Fitbit lebih dulu mempopulerkannya lewat Daily Readiness Score, disusul Garmin dengan Body Battery dan Whoop dengan Recovery Score.
Apple Watch selama ini unggul dalam menyederhanakan pelacakan kebugaran untuk pengguna awam. Namun, ketiadaan skor pemulihan membuat jam tangan ini kurang menarik bagi atlet dan pengguna serius yang ingin tahu kapan harus berlatih keras dan kapan harus beristirahat.
Kehadiran Readiness melengkapi ekosistem kesehatan Apple Watch yang sudah mencakup pelacakan tidur, EKG, deteksi AFib, dan pemantauan oksigen darah. Posisi Apple Watch sebagai perangkat kesehatan komprehensif jadi lebih solid di pasar wearable global.
Pengguna Apple Watch di Indonesia yang memakai Series 11 atau model lebih lama tidak akan mendapat fitur ini lewat update watchOS biasa. Readiness terikat pada perangkat keras sensor baru, bukan sekadar pembaruan perangkat lunak.
Artinya, satu-satunya jalan menikmati skor kesiapan tubuh harian adalah membeli Series 12 atau Ultra 4 saat resmi masuk pasar Indonesia. Harga dan tanggal ketersediaan lokal belum disebutkan dalam pengumuman ini.
Bagi yang baru pertama kali mempertimbangkan Apple Watch, Series 12 kini punya nilai jual lebih jelas dibanding generasi sebelumnya. Fitur Readiness menjadi alasan konkret untuk memilih model terbaru ketimbang mencari diskon Series 11.
Sementara itu, pemilik Series 11 yang puas dengan performa perangkatnya bisa menunda upgrade. Fitur Readiness kemungkinan besar akan disempurnakan lagi di generasi berikutnya, seiring Apple memperluas cakupan sensor dan algoritma kesehatannya.