MALUKU UTARA — Pencapaian tersebut disampaikan dalam data penjualan ritel merek China di pasar roda empat Indonesia periode Januari–Agustus 2026. BYD memimpin jauh di atas para pesaing senegaranya, dengan Atto 1 dan M6 menjadi model paling laris di segmen masing-masing.
Selama periode tersebut, BYD sempat menghadapi situasi sulit. Penjualan mereka jatuh pada Mei akibat proses peralihan ke produksi lokal.
Dampaknya, Atto 1 yang biasanya menjadi tulang punggung hanya terjual puluhan unit. Itu menjadi capaian terendah BYD selama dua tahun di Indonesia.
Memasuki Juni, penjualan mulai pulih meski stok impor masih harus dihabiskan. Pemulihan itu cukup untuk mengembalikan posisi BYD di puncak klasemen merek China.
Jaecoo berada di peringkat kedua dengan 23.834 unit. Pencapaian itu terbilang mengesankan karena mereka hanya menjual tiga model: J5 EV, J7 SHS, dan J8 SHS.
J5 EV menyumbang porsi terbesar penjualan Jaecoo sekaligus menempatkannya sebagai salah satu mobil listrik terlaris di Indonesia. Satu model menjadi penopang utama seluruh lini.
Geely mencetak 12.510 unit, cukup untuk membuktikan lini produknya diterima pasar meski belum mampu mengejar BYD dan Jaecoo. Hatchback EX2 menjadi model andalan mereka.
Wuling, yang lebih dulu hadir di Indonesia, mengantongi 11.375 unit. Sebagian besar lini produknya diisi kendaraan ramah lingkungan, dengan model BEV paling laris. Aira EV menjadi BEV terbaru yang dirilis dan diharapkan mendongkrak penjualan berikutnya.
Chery hanya menjual 7.867 unit, di bawah Jaecoo yang merupakan sub-brand-nya. Padahal lini produk Chery jauh lebih banyak.
Persaingan di segmen SUV dinilai lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Model ramah lingkungan dengan harga lebih terjangkau turut menggerus posisi Chery.
Mayoritas merek China menjual SUV dan mobil listrik yang populer di pasar roda empat Indonesia. Hingga Agustus 2026, J5 EV menjadi model yang paling difavoritkan konsumen.
Atto 1 mulai mengejar ketertinggalan setelah penjualannya pulih. Persaingan di segmen mobil listrik maupun SUV diprediksi makin ketat hingga akhir tahun.