MALUKU UTARA — Penemuan tak terduga ini bermula dari aktivitas membongkar server lama yang tersimpan di garasi. Pemilik akun Reddit VastOption875 mengaku membawa pulang perangkat tersebut dari tempat kerjanya yang terdahulu setelah perusahaan melakukan peremajaan sistem. Saat dibuka, server itu ternyata menyimpan 30 keping RAM DDR4-2666 dengan kapasitas 64GB per modul.
Di platform e-commerce global seperti Amazon dan Newegg, satu keping RAM DDR4 64GB kelas server rata-rata dibanderol sekitar USD 400 atau sekitar Rp 6,3 juta. Modul dual-rank ECC yang dirancang khusus untuk server berkinerja tinggi—kompatibel dengan prosesor Intel Xeon dan AMD Epyc—ini bahkan bisa lebih mahal di pasar sekunder dibandingkan RAM konsumen biasa.
Dengan 30 keping modul, total nilai yang terkumpul mencapai USD 12.000. Angka tersebut dihitung berdasarkan harga pasar saat ini dan bisa berubah mengikuti fluktuasi harga komponen.
Lonjakan nilai RAM DDR4 bekas tidak lepas dari harga DDR5 yang sedang meroket. Kondisi ini membuat permintaan memori generasi sebelumnya kembali menguat, baik dari segmen konsumen maupun korporasi.
Produsen semikonduktor global pun mencatat penjualan RAM DDR4 tumbuh double-digit pada kuartal II (Q2) 2026. Sebagian vendor bahkan kembali meningkatkan volume produksi memori DDR4 dan motherboard pendukungnya untuk merespons permintaan yang tinggi.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di tingkat individual. Meta, perusahaan induk Facebook, pada Juli lalu mengonfirmasi bahwa mereka menggunakan kembali RAM DDR4 dari server-server bekas untuk dipasang pada mesin server AI terbaru. Langkah ini dimungkinkan dengan bantuan chip khusus CXL ASIC yang membuat RAM lawas tetap relevan untuk beban kerja modern.
Strategi reuse semacam ini menjadi alternatif bagi perusahaan teknologi untuk menekan biaya pengadaan di tengah mahalnya komponen anyar. Tren serupa diperkirakan akan terus berlanjut selama harga DDR5 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.
Hingga berita ini diturunkan, VastOption875 belum mengungkapkan rencana selanjutnya atas temuannya—apakah akan dijual, digunakan sendiri, atau disimpan sebagai koleksi. Yang jelas, keputusan membawa pulang server bekas dari kantor lama kini terbukti menjadi keputusan yang sangat menguntungkan.