TERNATE — Dinas Pendidikan Kota Ternate melepas 61 mahasiswa FKIP Unkhair untuk mengikuti Program Magang Berdampak di sejumlah sekolah. Serah terima berlangsung di Aula lantai II Dinas Pendidikan Kota Ternate, Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah.
Para mahasiswa berasal dari enam program studi, yakni PG PAUD, PGSD, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, Geografi, dan PPKn. Mereka akan tersebar di empat sekolah binaan selama satu semester.
Jumlah terbanyak ditempatkan di PAUD Vellia dengan 20 mahasiswa. SD Negeri 30 Kota Ternate menerima 15 mahasiswa, sedangkan SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 5 masing-masing mendapat 13 mahasiswa.
Pelepasan dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Ternate M Gazali Kasim, Kepala Bidang SMP Nurlela Syarbin, serta Kasubag Umum dan Kepegawaian Juliana Elizabet. Dari kampus, hadir Dekan FKIP Unkhair Prof. Dr. Abdu Mas’ud beserta jajaran wakil dekan dan koordinator prodi.
Dekan FKIP Unkhair, Prof. Abdu Mas’ud, menjelaskan pola magang ini berbeda dengan Program Pengalaman Lapangan (PPL) sebelumnya. Mahasiswa tidak sekadar praktik mengajar, tetapi dibebani tanggung jawab penuh sebagaimana guru di sekolah, mulai dari proses pembelajaran hingga administrasi pendidikan.
“Kami berharap, mahasiswa dibimbing oleh kepala sekolah dan guru sehingga nantinya menjadi guru yang profesional,” ujarnya.
Program ini merupakan implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) yang mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di luar kampus melalui dunia kerja. Prof. Abdu menyebut kerja sama ini membuka peluang kolaborasi akademik lebih luas, termasuk dukungan dosen FKIP bagi peningkatan mutu pendidikan di Ternate.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Ternate M Gazali Kasim menyambut baik kehadiran mahasiswa magang di sekolah-sekolah. Pemerintah Kota Ternate memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi dengan Unkhair dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
“Dinas Pendidikan selalu terbuka menerima mahasiswa magang dari perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.
Di akhir kegiatan, Gazali secara resmi menerima dan melepas 61 mahasiswa untuk menjalankan tugas di sekolah yang telah ditetapkan. Kerja sama ini diharapkan mencetak calon guru yang siap terjun ke dunia pendidikan setelah lulus nanti.