Cathay Pacific Uji Coba AI Google untuk Kurangi Jejak Contrail di Rute Asia

Penulis: Edi Wahyono  •  Selasa, 08 September 2026 | 15:35:01 WIB
Pesawat Cathay Pacific menjalani uji coba pemanfaatan AI Google untuk memprediksi dan mengurangi pembentukan contrail pada rute Hong Kong-Singapura.

MALUKU UTARA — Maskapai Hong Kong itu menargetkan lebih dari 100 penerbangan dalam uji coba operasional yang berlangsung hingga akhir tahun. Prediksi wilayah berpotensi contrail dikirim langsung ke kokpit pilot melalui koneksi Wi-Fi dalam penerbangan dan sistem Electronic Flight Folder milik Cathay Pacific.

Mengapa Contrail Berbahaya bagi Iklim?

Contrail atau condensation trail terbentuk saat pesawat melintasi lapisan udara sangat dingin dan lembap. Uap air dari mesin membeku menjadi kristal es yang tampak sebagai garis putih di langit.

Sebagian besar contrail menghilang cepat, tetapi dalam kondisi atmosfer tertentu, ia bertahan dan menyebar menjadi awan tipis. Awan inilah yang memerangkap panas dan memperparah efek rumah kaca. Google memperkirakan contrail bertanggung jawab atas sekitar sepertiga dampak iklim industri penerbangan.

Cara Kerja Prediksi AI Google

Sistem ini menggabungkan model prediksi berbasis AI, data cuaca, dan citra satelit untuk memetakan wilayah udara yang berisiko menghasilkan contrail persisten. Informasi itu diteruskan ke petugas pengatur penerbangan dan pilot.

Jika memungkinkan, pilot sedikit menaikkan atau menurunkan ketinggian untuk menghindari lapisan udara dingin dan lembap. Prosesnya mirip manuver menghindari turbulensi, dengan tetap mempertimbangkan keselamatan, izin pengatur lalu lintas udara, dan konsumsi bahan bakar.

Rute Hong Kong-Singapura Jadi Lokasi Uji Utama

Koridor penerbangan Hong Kong-Singapura dipilih karena kondisi udaranya kerap mendukung pembentukan contrail persisten. Tindakan penghindaran di rute ini menyumbang lebih dari separuh estimasi penurunan dampak iklim selama pengujian.

Cathay Pacific menjadi maskapai pertama di Asia yang menguji teknologi ini bersama Google. Perusahaan juga disebut sebagai maskapai pertama yang menerapkannya pada penerbangan jarak sangat jauh.

Ekspansi ke Rute Trans-Pasifik

Cathay dan Google kini memperluas pengujian ke rute Asia dan trans-Pasifik. Keduanya juga berkolaborasi dengan Contrails.org untuk meneliti potensi penerapan teknologi ini dalam operasi penerbangan berskala besar.

Kendati hasil awal menjanjikan, penelitian lanjutan tetap diperlukan. Perubahan ketinggian berpotensi menambah konsumsi bahan bakar, sehingga manfaat pengurangan contrail harus dihitung bersama tambahan emisi yang mungkin timbul. Estimasi pengurangan 40% tersebut merupakan hitungan awal Google dan tidak berarti emisi karbon pesawat berkurang dalam jumlah yang sama.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top