Paus Sperma 15 Meter Terdampar di Pantai Taduma Ternate, Pemkot Putuskan Kubur Darurat

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Selasa, 08 September 2026 | 10:31:01 WIB
Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate bersiap melakukan penguburan darurat bangkai paus sperma di Pantai Taduma, Ternate.

TERNATE — Penemuan bangkai paus sperma di pesisir Pantai Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, langsung direspons cepat pemerintah kota. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, turun ke lokasi dan memerintahkan dua dinas terkait untuk segera bertindak.

Instruksi itu ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate. Keduanya diminta melakukan penanganan secepatnya agar bangkai yang terus membusuk tidak menimbulkan dampak lebih luas.

Kondisi Bangkai Sudah Membengkak dan Bau Menyengat

Bangkai paus sperma itu ditemukan warga dalam kondisi mulai membusuk. Tubuhnya terlihat membengkak dan mengeluarkan aroma tidak sedap yang menyebar hingga ke permukiman sekitar pesisir.

Warga menduga mamalia laut tersebut telah terdampar sejak sepekan terakhir. Dugaan ini diperkuat kondisi tubuh bangkai yang mulai rapuh serta proses pembusukan yang semakin parah saat ditemukan Selasa lalu.

Alasan Pemkot Pilih Opsi Penguburan

Setelah peninjauan langsung di lokasi, Pemkot Ternate memutuskan menguburkan bangkai paus di areal sekitar Pantai Taduma. Opsi ini dinilai paling realistis untuk kondisi darurat.

“Penanganan harus dilakukan secepatnya agar tidak menimbulkan dampak lingkungan dan gangguan kesehatan bagi warga sekitar,” tegas Rizal di lokasi kejadian.

Keputusan penguburan diambil dengan pertimbangan utama kondisi bangkai yang semakin membengkak. Proses pembusukan yang terus berlanjut berisiko memunculkan persoalan baru bagi masyarakat maupun ekosistem pesisir.

Target Penanganan: Kurangi Bau dan Cegah Risiko Kesehatan

Penguburan diharapkan mampu mengurangi bau tidak sedap yang selama ini mengganggu aktivitas warga. Langkah ini sekaligus mencegah potensi gangguan kesehatan serta dampak lingkungan akibat pembusukan bangkai paus di kawasan pesisir.

DLH dan DKP Kota Ternate selanjutnya akan melakukan penanganan di lapangan dengan mempertimbangkan kondisi bangkai serta karakteristik lokasi terdamparnya mamalia laut tersebut.

Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kematian paus sperma tersebut. Pemerintah kota juga belum memastikan estimasi waktu penyelesaian proses penguburan.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: halmaherapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top