MALUKU UTARA — Keputusan ini diambil setelah kedua klub sepakat mengubah jadwal. Media Officer Bali United, Alexander Mahaputra, membenarkan pergeseran venue tersebut pada Senin (7/9/2026).
"Karena kebakaran di Kalimantan, khususnya di Palangkaraya, membuat jadwal diubah di mana Bali United bertindak sebagai tuan rumah lebih dahulu," ujar Alexander Mahaputra.
Alexander mengungkapkan situasi ini bukan pengalaman pertama bagi klub kebanggaan masyarakat Bali itu. Beberapa kali Bali United terpaksa menukar status kandang-tandang akibat kejadian di luar teknis pertandingan.
Kebijakan ini pun tak lantas menjadi persoalan bagi pelatih kepala Johnny Jansen. Pelatih asal Belanda itu menegaskan timnya siap bermain di kandang maupun tandang.
Jansen bahkan telah mengantisipasi skenario laga tandang sejak pramusim. Ia sempat mengagendakan duel di luar kandang saat menghadapi PSIM Yogyakarta sebelum kompetisi dimulai.
Langkah itu diambil agar para pemain anyar cepat mengenal atmosfer sepak bola Indonesia. "Dalam pramusim kami persiapkan dengan uji coba selama dua bulan. Salah satunya uji coba away. Tujuannya agar pemain baru tahu situasi di Indonesia agar cepat adaptasi," tegas Jansen.
Dengan perubahan ini, Bali United otomatis menikmati keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Stadion Kapten I Wayan Dipta selama ini dikenal sebagai benteng yang sulit ditembus tim tamu.
Pergeseran laga juga memberi tambahan waktu persiapan bagi kedua tim. Isen Mulang FC, yang sebelumnya dijadwalkan menjamu, kini harus bersiap melakoni perjalanan panjang ke Pulau Bali.
Bagi Bali United, laga ini menjadi momentum awal untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri. Skuad arahan Johnny Jansen dipastikan tampil dengan komposisi terbaik demi memulai musim dengan hasil positif.